Menurut Survei Nasional Amerika Serikat tentang Penggunaan Narkoba dan Kesehatan, pada 2023, jumlah orang dewasa yang lebih tua yang menggunakan ganja meningkat dibandingkan dengan 2021, naik dari 5% menjadi 7%.

Namun, menurut Stanford University School of Medicine, masalah kognitif, penyakit jantung, dan bahkan jenis kanker yang dapat disebabkan oleh ganja masih belum diketahui, sehingga mereka membagikan 5 peringatan.
Ganja saat ini jauh lebih kuat
Pada 1970, ganja mengandung antara 1% dan 4% tetrahydrocannabinol (THC), senyawa psikoaktif. Namun, saat ini kandungannya mencapai 20% hingga 35%.
Ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kognitif
Beberapa studi mengaitkan penggunaan ganja secara terus-menerus dengan penyakit kardiovaskular. Pakar Joseph Wu, direktur Stanford Cardiovascular Institute

Kecanduan yang dapat ditimbulkannya
Telah terbukti bahwa 30% pengguna ganja dapat mengalami kecanduan.
Turunan ganja membantu mengatasi kondisi tertentu, tetapi bukan tanamannya secara utuh
Food and Drug Administration belum menyetujui ganja untuk penggunaan medis, hanya turunannya seperti cannabidol. Meskipun ada studi yang mengatakan bahwa itu memang meredakan nyeri, yang lain mengatakan bahwa itu hanya efek plasebo.
Selalu perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan; jangan pernah mengobati diri sendiri
Jika ada keraguan terkait penggunaan ganja, sebaiknya beri tahu dokter bahwa seorang lansia adalah pengguna agar dapat dilihat apakah penggunaannya, baik untuk rekreasi maupun untuk meredakan nyeri, dapat membahayakan kesehatan.
