
Otak Anda mungkin sudah berubah karena Alzheimer beberapa dekade sebelum Anda lupa sebuah nama, sebuah wajah, atau di mana Anda meletakkan kunci. Itulah yang baru saja dikonfirmasi oleh sebuah studi Mayo Clinic yang diterbitkan di Alzheimer’s & Dementia, dan fakta yang paling mengusik bukanlah diagnosis akhirnya: melainkan usia saat semuanya dimulai.
Menurut penelitian tersebut, yang didasarkan pada 2.082 peserta dalam Mayo Clinic Study of Aging, biomarker amiloid dan tau—protein yang penumpukannya secara langsung terkait dengan kerusakan otak akibat Alzheimer—mulai mempercepat keberadaannya dalam tubuh antara usia 50 dan 70 tahun. Titik paling kritis tercatat sekitar usia 60. Lalu, antara akhir usia 60-an dan awal usia 70-an, penanda neurodegenerasi mengalami lonjakan yang nyata. Semua ini terjadi secara diam-diam, tanpa satu pun gejala klinis yang dapat dirasakan.
Sampai sekarang, usia 65 dianggap sebagai ambang peringatan. Temuan ini menggeser batas itu mundur setidaknya satu dekade dan membuka peluang nyata untuk deteksi dini serta pencegahan. Para peneliti menunjukkan bahwa biomarker darah akan menjadi alat utama untuk mengidentifikasi mereka yang dapat memperoleh manfaat dari terapi sebelum kerusakannya tidak dapat dipulihkan. Penyakit ini masih belum memiliki obat, tetapi sains kini tahu kapan harus mencarinya.
