Pemilik In-N-Out Burger tetap mencantumkan ayat-ayat Alkitab pada kemasannya meski dikritik dan diminta menghapusnya

Por Carlos Valencia
27 August, 2026

Lynsi Snyder baru berusia enam tahun ketika pamannya, Rich, mulai mengukir ayat-ayat Alkitab pada gelas In-N-Out Burger.

Saat itu tahun 1987, dan tak seorang pun membayangkan bahwa gestur sederhana ini — sebuah kutipan tersembunyi di bagian bawah wadah kentang goreng atau di sepanjang bibir gelas — akan menjadi bagian dari identitas salah satu jaringan restoran yang paling dicintai di Amerika Serikat. Rich meninggal beberapa tahun kemudian dalam kecelakaan pesawat, dan ayat-ayat tersebut tetap menjadi jejaknya yang sunyi namun konstan di setiap gerai di seluruh negeri.

Kini, Lynsi menjalankan perusahaan yang diwarisinya dari keluarganya, dan ketika orang-orang di media sosial memintanya menghapus tradisi itu, ia menolak. Ia tidak menolaknya karena sikap kaku atau keinginan untuk menimbulkan kontroversi: ia menolaknya karena, baginya, kata-kata itu bukan propaganda agama—melainkan kenangan. Kata-kata itu adalah cara seorang paman yang telah tiada tetap hadir setiap kali seseorang memesan burger.

Puede interesarte