Murat Bayaral hanya ingin membicarakan maskulinitas. 🎙️

Pendakwah Turki itu mengeluarkan peringatan yang tak diminta siapa pun: ia mengatakan pria tanpa janggut dapat memicu “pikiran cabul” pada pria lain karena mereka terlalu mirip dengan wanita. “Astaga!”, pungkasnya, seolah-olah ia sedang mencegah sebuah bencana.

Beberapa tangkapan layar sudah cukup untuk membuat klip itu tersebar ke seluruh dunia. Dan di situlah ceritanya berubah arah: ceritanya berhenti menjadi soal janggut dan berubah menjadi benturan budaya besar-besaran. Di beberapa negara, janggut identik dengan kebijaksanaan dan otoritas keagamaan; di negara lain, Anda bahkan tidak bisa mengetahui apakah seseorang memilikinya atau tidak. Media sosial melakukan apa yang paling dikuasainya: mengubah sebuah frasa acak menjadi gelombang meme, perdebatan, dan opini yang saling bertentangan tanpa akhir. 😂 Menurut Anda, apakah janggut mengubah cara orang memandang Anda, ataukah janggut hanyalah detail yang terlalu dibesar-besarkan orang?

