“Saya merasakan banyak sakit di dalam, dengan masalah penglihatan yang parah. Penglihatan saya seperti tertutup kabut, saya tidak bisa fokus dengan baik, dan ada cairan keluar dari mata saya”, ujar korban setelah menjalani operasi kosmetik.

Dokter Alejandro Depetris menggambarkan dirinya sebagai seorang “ahli dalam Operasi Kelopak Mata di profil LinkedIn miliknya. Ia belajar kedokteran di University of Rosario, Argentina, dengan spesialisasi oftalmologi sebelum kemudian mendedikasikan dirinya pada prosedur wajah.

Begitulah, melalui profil Instagram-nya, ia membagikan prosedur-prosedur yang berhasil, yang menarik perhatian korban, dan ia pun memutuskan untuk menjalani pengurangan lemak kelopak mata dan koreksi bawah mata. Namun, ia justru mengalami luka dan bekas pada kulitnya, disertai masalah penglihatan.
Wanita itu mengajukan gugatan dan menghabiskan biaya dua kali lipat untuk memperbaiki dampak setelah operasi pertama. Dokter tersebut terus mempromosikan layanan estetikanya di media sosial. Dalam hal ini, perdebatan pun muncul di media sosial tentang dampak yang ditimbulkan oleh operasi untuk tujuan kecantikan.
