Setiap hari, pada waktu yang sama, mereka tiba dengan kursi lipat dan termos yang diselipkan di bawah lengan mereka.

Sepasang kakek dan nenek di Brasil berjalan ke tepi pantai untuk makan siang di depan pos penjaga pantai tempat cucu laki-laki mereka bekerja. Mereka tidak melakukannya sekali seminggu atau saat cuaca cerah: tidak peduli apakah matahari membakar pasir atau langit berubah kelabu, mereka sudah ada di sana, duduk menunggu waktu istirahat pemuda itu untuk berbagi makan.

Bagi sang cucu, ini bukan sekadar makan siang. Ini adalah mengetahui bahwa, di tengah giliran kerja yang dihabiskan berjam-jam mengawasi laut, akan selalu ada dua orang yang menunggunya di atas pasir. Adegan itu menjadi viral di Brasil karena menunjukkan sesuatu yang semakin sulit ditemukan: kehadiran yang tulus, tanpa alasan, hari demi hari.
