Ia adalah bintang cilik, Hollywood melupakannya, dan ia hampir menyerah pada mimpinya: bertahun-tahun kemudian, ia memenangkan Oscar

Por Pablo Román
17 September, 2026

Ke Huy Quan baru berusia 12 tahun ketika ia muncul dalam Indiana Jones and the Temple of Doom. Setahun kemudian, ia menjadi Data, salah satu tokoh utama yang berkesan dalam The Goonies. Masa depannya di Hollywood tampak terjamin, tetapi kenyataan ternyata sangat berbeda.

Seiring berjalannya waktu, kesempatan mulai menghilang. Peran untuk aktor Asia sangat terbatas, dan Quan akhirnya meninggalkan dunia akting. Selama bertahun-tahun, ia bekerja di balik layar sebagai koordinator adegan laga dan asisten sutradara. Mimpinya untuk berakting tampak semakin jauh.

Namun, pada 2022, ia mendapat kesempatan yang akan mengubah hidupnya: memerankan Waymond Wang dalam Everything Everywhere All at Once. Film tersebut menjadi fenomena, dan penampilannya sekali lagi menempatkannya di pusat perbincangan.

Pada 2023, di usia 51 tahun, Quan memenangkan Oscar untuk Aktor Pendukung Terbaik. Ketika naik ke panggung, ia tidak hanya merayakan sebuah penghargaan: ia juga mengenang bahwa pernah ada masa ketika ia mengira mimpinya telah berakhir.

“Perjalanan saya dimulai di sebuah perahu. Saya menghabiskan waktu setahun di kamp pengungsi dan, entah bagaimana, akhirnya sampai di sini”, katanya dalam pidatonya.

Setelah puluhan tahun menunggu, anak yang dahulu bermimpi menjadi aktor itu kembali memandang Hollywood dari tempat yang selalu ingin ditempatinya. Sebuah kisah yang membuktikan bahwa, terkadang, mimpi tidak menghilang: mimpi hanya menunggu kesempatan baru.

Puede interesarte