Milo Yiannopoulos, seorang komentator politik Inggris yang menjadi terkenal di Amerika Serikat karena pandangan sayap kanannya yang ekstrem, dideportasi ke Britania Raya setelah otoritas imigrasi AS menetapkan bahwa ia harus meninggalkan negara tersebut.
Yiannopoulos memasuki Amerika Serikat secara legal pada Mei 2019. Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri, ia kemudian tetap berada di negara tersebut setelah visanya kedaluwarsa dan tidak hadir dalam sidang imigrasi. Seorang hakim mengeluarkan perintah deportasi final pada 22 Juli 2026.
Pada 27 Agustus, ia ditahan oleh agen ICE di Bandar Udara Internasional Louis Armstrong New Orleans. Keesokan harinya, ia dipulangkan ke Britania Raya, menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Yiannopoulos dikenal selama dekade terakhir karena kemunculannya di media dan media sosial serta kedekatannya dengan kalangan sayap kanan Amerika. Ia juga bekerja untuk Breitbart News dan merupakan tokoh terkemuka selama kontroversi Gamergate.

Deportasinya menarik perhatian terutama karena pendiriannya sendiri sebelumnya mengenai imigrasi dan dukungannya terhadap langkah-langkah yang lebih ketat terhadap orang-orang yang tetap berada di Amerika Serikat tanpa izin. Namun, deportasi tersebut dilakukan karena alasan terkait imigrasi yang berhubungan dengan status visanya dan perintah deportasi final.
