Pesepak bola lesbian menandatangani kontrak dengan tim Arab Saudi dan menghapus foto-foto istrinya: media sosial geram

Por Pablo Román
28 August, 2026

Esther González, juara Piala Dunia bersama Spanyol dan lesbian yang terbuka, baru saja menandatangani kontrak dengan Al-Qadsiah di Arab Saudi, sebuah keputusan yang sejak awal sudah memicu perdebatan karena negara yang dipilihnya untuk ditinggali. Namun kemudian terjadi sesuatu yang menarik lebih banyak perhatian: foto-foto yang menampilkan dirinya bersama istri dan putranya menghilang dari akun media sosialnya.

Pesepak bola berusia 33 tahun itu secara terbuka membagikan sebagian kehidupan keluarganya dalam beberapa tahun terakhir. González menikah dengan Estefanía Cruz, dan mereka memiliki seorang putra berusia delapan bulan. Namun, sebelum perkenalan resminya bersama klub Saudi tersebut, foto-foto keluarga itu sudah tidak lagi terlihat di profil mereka.

González tidak secara terbuka menjelaskan mengapa ia menghapus foto-foto tersebut, jadi tidak ada konfirmasi bahwa Al-Qadsiah, pihak berwenang Saudi, atau siapa pun memintanya untuk melakukan hal itu.

Namun, konteks di Arab Saudi telah menimbulkan pertanyaan tentang keputusan tersebut.

Hubungan sesama jenis dikriminalisasi di negara tersebut, dan visibilitas LGBTQ+ dapat menimbulkan konsekuensi. Selain itu, La Vanguardia baru-baru ini mengingatkan kembali beberapa kasus yang dilaporkan oleh Amnistía Internacional, ketika orang asing ditahan dan dibawa ke pengadilan karena konten yang diunggah di media sosial dan dinilai bertentangan dengan hukum Saudi.

Itulah sebabnya beberapa media dan pengguna menafsirkan hilangnya foto-foto tersebut sebagai upaya untuk menjauhkan kehidupan keluarganya dan orientasi seksualnya dari sorotan publik selama ia bermain di Arab Saudi. Namun, sekali lagi, penjelasan itu belum dikonfirmasi oleh González.

Situasi ini sangat menarik perhatian karena baru beberapa bulan lalu, kehidupan keluarganya terlihat oleh publik. Kini, setelah kedatangannya di negara tersebut, konten itu praktis telah menghilang.

Dan di situlah letak perdebatannya: apakah ini semata-mata keputusan pribadi mengenai apa yang ditampilkan di media sosial, atau penyesuaian terhadap pembatasan sosial dan hukum di negara tempat ia kini bekerja?

González berhak menentukan apa yang ia publikasikan dan di mana ia bermain. Namun, penandatanganan kontraknya juga menimbulkan pertanyaan yang tidak nyaman: sejauh mana seorang atlet LGBTQ+ dapat mempertahankan identitasnya secara terbuka di negara tempat hubungan sesama jenis dipersekusi?

Untuk saat ini, satu-satunya orang yang dapat menjawab apa yang terjadi pada foto-foto tersebut adalah Esther González sendiri.

Puede interesarte