José Luis Romero Calzada, yang dikenal sebagai “El Tecmol”, memiliki strategi baru untuk menarik perhatian di Ciudad Valles: masuk ke dalam peti mati.
Semuanya terjadi di tengah jalan, di depan puluhan orang yang memegang ponsel mereka. Sekelompok pria membawa peti mati itu ke tengah lokasi, sementara seseorang berteriak, “Saya butuh keramaian untuk menghidupkan kembali paman saya, Tecmol”. Kerumunan mulai meneriakkan namanya seolah-olah itu adalah ritual kebangkitan, lalu tutupnya terbuka: Romero muncul sambil tersenyum, siap berpose di depan kamera.


Aksi tersebut merupakan bagian dari “aura farming”, tren mencari visibilitas dan persetujuan di media sosial melalui aksi-aksi yang keterlaluan. Bagi Romero, aksi ini dilakukan tepat ketika ia berusaha memosisikan dirinya menjelang kontestasi wali kota 2027. Pertanyaan yang ia biarkan menggantung sederhana: seberapa jauh seorang kandidat harus melangkah agar diingat?
