Berusia 45 tahun, lajang, dan muak. Parlindungan Siregar datang tanpa pemberitahuan ke rumah tetangganya, Asgim Irianto, 60, di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Indonesia, pada malam 29 Juli 2024. Ia meraih sepotong kayu dan mulai memukulinya. Ketika Asgim mencoba melarikan diri ke jalan, Siregar mengejarnya dan melayangkan pukulan terakhir ke kepalanya. 💀

Motif yang diakui sendiri oleh pelaku kepada polisi: tetangganya akan bertanya kepadanya — sambil bercanda — mengapa dia masih belum menikah. Pertanyaan itu, yang diulang-ulang terus-menerus, membuatnya dipenuhi amarah yang, menurut keterangannya, membawanya pada keputusan untuk membunuhnya. Sebelumnya juga ada perselisihan soal ayam yang berkeliaran masuk ke kandang satu sama lain. Percikan-percikan kecil sebelum kebakaran. 🐔

Polisi menangkap Siregar dalam waktu kurang dari satu jam. Asgim Irianto, seorang pensiunan pegawai negeri, tidak selamat. Dan sebuah pertanyaan yang bagi banyak orang tampak tidak berbahaya justru berakhir menjadi yang paling mahal dalam hidupnya.
