Nazareno berusia 23 tahun. 🦋
Pada usia 19 tahun, saat ia sudah tinggal bersama Serena, ia mulai bereksperimen dengan riasan dan pakaian wanita. Awalnya, ia hanya berani melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Serena, pacarnya selama tujuh tahun dan ibu dari putri mereka yang berusia dua tahun, terkejut saat pertama kali melihatnya seperti itu. Namun, ia tidak menjauh: ia mulai meminjaminya pakaian, membantunya merias wajah, dan kini mereka pergi bersama untuk memilih pakaian dan kosmetik seperti pasangan lain pada umumnya.

Kecelakaan serius menjadi titik balik. Nazareno menyadari bahwa ia tidak ingin terus bersembunyi. “Hidup hanya sekali”, katanya, dan dengan ungkapan itu ia menjelaskan mengapa ia memutuskan untuk tampil di depan umum tanpa takut akan apa yang mungkin dipikirkan orang lain.

Ia sudah jelas: mengidentifikasi diri sebagai femboy tidak mengubah orientasi seksual atau identitas gendernya; itu adalah bentuk ekspresi dan sisi artistik. Dan soal siapa yang menjadi pihak macho di rumah, ia merangkumnya dengan humor dan tanpa basa-basi: “Yang macho dalam hubungan ini adalah aku”. 💛
