Hasim Lumbessy, 35, menghabiskan malam dengan minum-minum di sebuah bar pedesaan di Maluku Utara, Indonesia. Pada pukul 3 pagi pada Senin, 27 Juli, ia berjalan sendirian menyusuri jalan setapak berhutan untuk pulang. Ia tidak pernah tiba.

Kerabatnya mulai mencarinya pada sore hari itu juga. Di tengah perjalanan, mereka menemukan darah di tanah. Lebih jauh, sebuah ransel, tas selempang, dan sandal, menurut kepala polisi Handres. Jejak rumput yang rebah membawa mereka ke dalam hutan dekat jalan Fatliwangka, tempat seekor ular dengan tubuh yang tampak berubah bentuk dan membengkak terlihat.

Warga desa membelah perut hewan 7 meter itu, dan Hasim berada di dalamnya. Komunitas mengembalikan jenazahnya kepada keluarga untuk upacara keagamaan, dan polisi mengeluarkan peringatan: mereka yang bekerja di kebun atau berjalan melalui hutan harus selalu ditemani. Daerah itu, kata Handres, tetap merupakan habitat satwa liar.
