Pria ini telah menghabiskan lebih dari 14 tahun menyelam, berharap menemukan istrinya, yang hilang dalam tsunami Jepang tahun 2011

Por Maried Díaz
31 July, 2026

Yasuo Takamatsu berusia 67 tahun ketika kisah ini menemukannya sedang bersiap untuk sekali lagi menyelam di perairan dingin Onagawa, Jepang. Ia telah melakukan hal yang sama sejak 2013, ratusan kali, mencari sesuatu yang menurut sains kemungkinan besar tak akan pernah ia temukan. Jenazah istrinya, Yuko, 47, yang tersapu tsunami pada 11 Maret 2011.

mkeind.com/exploringfukushima

Pesan terakhir yang diterima Yasuo darinya berbunyi: “Apakah kamu baik-baik saja? Aku ingin pulang”. Sebulan kemudian, seseorang menemukan ponsel merah mudanya di tempat parkir terdekat. Di dalamnya ada pesan yang belum terkirim, ditulis pada pukul 3:25 sore: “Tsunaminya sangat besar”. Itulah bukti terakhir bahwa Yuko masih hidup, seorang pegawai Bank 77 di Onagawa, salah satu dari 12 orang yang meninggal di atap kantornya ketika gelombang mencapai ketinggian lebih dari 15 meter, jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan pihak berwenang.

mkeind.com/exploringfukushima

Sejak saat itu, Yasuo menjadi penyelam bersertifikat dan telah turun ke laut lebih dari 600 kali. Ia hanya menemukan album foto dan pakaian milik orang lain yang juga hilang. Tentang Yuko, masih belum ada jejak. Namun ia terus turun setiap minggu, setia pada sebuah janji yang tidak didengar siapa pun.

mkeind.com/exploringfukushima

Puede interesarte