Pria yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup secara tidak adil mempelajari hukum di balik jeruji, membongkar korupsi jaksa penuntutnya, dan menjadi pengacara

Por Josefina Reyes
16 June, 2026

Isaac Wright Jr. berusia 26 tahun dan sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup ketika ia memutuskan bahwa hukum akan menjadi satu-satunya jalan keluarnya. Ia tidak punya pengacara untuk menyelamatkannya, tidak punya uang, tidak punya pengaruh. Ia punya sebuah sel, buku-buku hukum, dan keyakinan bahwa ia telah dihukum secara salah di New Jersey pada 1991 berdasarkan apa yang disebut undang-undang gembong narkoba.

Getty

Apa yang ia lakukan dari dalam penjara bersifat metodis dan luar biasa: ia mempelajari hukum sendiri, mulai menyiapkan banding untuk narapidana lain, dan, dalam prosesnya, menemukan cacat-cacat spesifik dalam instruksi yang diterima juri dalam kasus “kingpin”. Cacat-cacat itu pada akhirnya menjadi pengungkit yang membatalkan vonisnya sendiri. Penyelidikan itu juga membongkar jaksa penuntut Nicholas Bissell, yang telah menyembunyikan kesepakatan pengakuan bersalah dan menghadirkan kesaksian palsu. Bissell melarikan diri dari otoritas federal dan meninggal sebagai buronan pada 1996. Hakim dalam kasus itu, Michael Imbriani, dicopot dari jabatannya dan dipenjara bertahun-tahun kemudian karena korupsi.

Getty

Wright dibebaskan pada 1997. Ia lulus dari Thomas Edison State University pada 2002 dan meraih gelar hukum dari University of St. Thomas pada 2007. New Jersey Bar membuatnya menunggu sembilan tahun lagi sebelum memberinya lisensi, yang akhirnya datang pada 2017. Kisahnya menginspirasi serial ABC For Life, yang diproduseri oleh 50 Cent. Kini ia menjalankan praktik hukum dalam sistem yang dulu pernah berusaha menghapusnya.

Puede interesarte