Putranya merasa seperti “monster” karena bekas lukanya… dan ayahnya membuat tato yang sama untuk mendampinginya

Por Andrea Araya Moya
22 May, 2026

Seorang ayah melihat bahwa putranya merasa seperti “monster” karena bekas luka besar yang tersisa setelah operasi otak, dan memutuskan untuk melakukan sesuatu yang tidak membutuhkan banyak kata: ia menato tanda yang sama di kepalanya agar anak itu tidak harus menanggungnya sendirian.

Gabe berusia 8 tahun ketika ia didiagnosis menderita tumor otak ganas. Setelah operasi, ia memiliki bekas luka yang terlihat di kepalanya dan mulai merasa berbeda, diperhatikan, seolah tanda itu membuatnya terpisah dari anak-anak lain.

Ayahnya, Josh Marshall, tidak ingin ia melalui perasaan itu sendirian. Jadi ia membuat tato bekas luka yang identik di tempat yang sama, agar bisa mendampinginya secara fisik juga. “Aku bilang kepadanya bahwa jika orang-orang ingin menatap, mereka bisa menatap kami berdua”, katanya.

Gambar mereka berdua menjadi viral dan memenangkan sebuah kampanye oleh St. Baldrick’s Foundation, yang didedikasikan untuk mendukung penelitian melawan kanker pada anak. Banyak orang terharu oleh gestur itu, karena itu bukan sekadar tato biasa: itu adalah cara untuk mengatakan kepada putranya “Aku bersamamu” tanpa harus mengulanginya sepanjang waktu.

Namun beberapa bulan kemudian, tumornya kembali dengan lebih agresif. Gabe meninggal dan ayahnya menulis: “Aku kehilangan putraku dan sahabat terbaikku”.

Pada akhirnya, bekas luka yang mereka bagi itu menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar gestur yang indah. Itu adalah cara yang ditemukan seorang ayah untuk menempatkan dirinya di sisi putranya, bahkan dalam pertempuran yang tidak bisa ia jalani untuknya.

Puede interesarte