Sembilan peluru. Satu di wajah.

Curtis Jackson, rapper yang dikenal dunia sebagai 50 Cent, menceritakannya tanpa dramatisasi: “Saya ditembak sembilan kali dan terus bertahan; itu tidak menghentikan saya”. Gigi di salah satu sisi mulutnya dicabut, dan serpihan peluru tertinggal di lidahnya. Suaranya berubah total, dan ia ragu apakah akan pernah bisa nge-rap lagi.

Namun, hal yang paling menyakitinya terjadi kemudian. Label rekamannya, Columbia, memutus kontrak dengannya pada 1999 setelah penembakan itu dan berhenti menjawab teleponnya. Mereka menangguhkan perilisan album yang baru saja direkamnya, dan ia tidak tahu harus berbuat apa dengan hidupnya. “Tertembak bukanlah pengalaman paling menyakitkan bagi saya”, akunya dalam wawancara dengan majalah Spin.

Dari ranjang rumah sakit, ia menandatangani kontrak penerbitan dengan EMI dan menerima uang muka sebesar 100.000 dolar, yang menjadi sumber penghidupannya selama ia tak bisa bermusik. Suara yang ditinggalkan peluru itu padanya adalah suara yang kelak dikenal oleh jutaan orang.
