“Saya ingin membekukan sel telur putri kecil saya, karena ia mulai mengalami pubertas pada usia 10 bulan”

Por Alexander
26 September, 2026

Bayi perempuannya mulai mengalami pubertas pada usia 10 bulan, dan keputusannya membuat media sosial heboh… Ia ingin membekukan sel telur gadis kecil itu untuk masa depan: “Pencegahan atau kegilaan pada usia semuda itu?” 😳

Diagnosis medis yang tidak lazim dan sangat dini telah memicu perdebatan moral yang sengit di media sosial.

Sophie Dumas, ibu dari bayi yang mulai menunjukkan tanda-tanda pubertas dini pada usia 10 bulan, mengumumkan niatnya untuk menjalani prosedur pembekuan sel telur bagi putrinya yang masih kecil sebelum perkembangan hormonnya berlanjut.

Kondisi medis ini, yang dikenal mempercepat proses hormonal pada tahap ketika tubuh nyaris belum berkembang, membuat sang ibu mempertimbangkan metode pencegahan ini untuk melindungi kesuburan putrinya di masa depan.

Namun, gagasan untuk menjalani prosedur pengambilan dan manipulasi materi reproduksi pada seorang anak yang bahkan belum bisa berjalan telah memicu gelombang reaksi beragam.

Sebagian orang mendukung sikap sang ibu dengan alasan bahwa ia ingin mengantisipasi konsekuensi yang mungkin ditimbulkan kondisi medis tersebut bagi putrinya saat dewasa. Namun, ribuan pengguna mempertanyakan etika mengambil keputusan yang begitu invasif pada usia semuda itu, dan mengatakan bahwa prioritasnya seharusnya semata-mata mengobati kondisi kesehatan anak tersebut.

Kasus ekstrem yang memunculkan pertanyaan besar tentang kedokteran, keibuan, dan etika manusia.

Menurut Anda, apakah ini langkah pencegahan yang dapat dipahami, ataukah batas kewajaran telah dilanggar pada usia semuda itu?

Puede interesarte