Britney Spears, 44, menulis pesan yang sangat panjang di media sosialnya dan memberinya judul dengan frasa yang menyakitkan: ia merasa seperti ibu yang gagal.
Semuanya bermula ketika putranya, salah satu dari dua anak yang ia miliki dengan Kevin Federline, mengaku bahwa ia tidak percaya kepada Tuhan, bahwa baginya semuanya memiliki penjelasan ilmiah.

Britney, yang berpegang pada imannya kepada Roh Kudus sebagai jangkar di tengah kekacauan, merasa ada sesuatu yang telah hancur. “Saat itu saya percaya bahwa saya telah gagal sebagai seorang ibu”, tulisnya, dan dari sana ia mengungkap luka yang jauh lebih lama: ia mengatakan bahwa lima tahun lalu ia mengetahui bahwa orang tuanya sendiri, Jamie dan Lynne, membawa anak-anaknya ke pantai secara diam-diam sepanjang satu musim panas, sambil merahasiakannya darinya.

Ia juga berbicara tentang 13 tahun di bawah perwalian hukum, tentang bagaimana ia tidak pernah bisa menjadi “Spears yang sebenarnya”, dan tentang persahabatan yang ia kehilangan karena ayahnya tidak mengizinkannya kembali ke sebuah restoran hamburger.

Kini ia mengatakan bahwa ia tidak lagi perlu menjadi bintang bagi siapa pun: “Saya hanyalah seorang ibu”, simpulnya, berusaha mendekat kembali kepada Tuhan dan merebut kembali impian yang ia miliki sebelum ketenaran merenggut segalanya darinya.
