Alisha Lehmann, seorang pesepak bola Swiss, membuka kotak masuk pesan langsungnya dan di sanalah dia: Drake. 🎤

Hal pertama yang dipikirkannya adalah apa yang akan Anda pikirkan: “dia pasti menginginkan sesuatu yang lebih”. Itulah yang hampir semua dari kita asumsikan ketika seseorang yang terkenal menulis kepada seorang perempuan tanpa mengenalnya. Namun pesan itu tidak memiliki motif tersembunyi atau bertele-tele. Hanya kekaguman atas pekerjaannya sebagai pemain, dan satu permintaan spesifik: salah satu jerseynya, bertanda tangan.

Tanpa sindiran, tanpa makna ganda. Alisha sendiri yang menceritakan kisah itu, dan menekankan bahwa justru itulah yang membuatnya berpikir: bahwa seseorang dengan tingkat ketenaran seperti itu bisa mendekatinya dengan begitu banyak rasa hormat. Di masa ketika hampir tidak ada yang mengharapkan gestur seperti itu, pesan Drake akhirnya menjadi pelajaran kecil tentang cara memperlakukan seseorang yang Anda kagumi. ⚽✨
