“Saya telah lama membenci manusia”: ungkapan mengerikan yang ditinggalkan Aileen Wuornos

Por Pablo Román
10 September, 2026

“Saya ingin dunia tahu bahwa saya membunuh pria-pria ini, sedingin es. Saya telah lama membenci manusia. Saya membunuh mereka dengan darah dingin, sungguh dengan cara yang mengerikan”.

Ungkapan dari Aileen Wuornos, salah satu pembunuh berantai paling terkenal di Amerika Serikat, sangat mengganggu karena tampaknya mengungkapkan jauh lebih banyak daripada sekadar pengakuan.

Wuornos dinyatakan bersalah atas pembunuhan enam pria di Florida antara 1989 dan 1990 dan mengaku melakukan pembunuhan ketujuh. Selama persidangan, dia bersikukuh bahwa beberapa kematian itu terjadi setelah para kliennya berusaha memperkosanya dan bahwa dia bertindak untuk membela diri.

Namun, seiring waktu, ceritanya berubah. Dia akhirnya mengaku bersalah tanpa syarat dan menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang membenci umat manusia.

Riwayat pribadinya membantu menjelaskan mengapa para ahli menganggap kasusnya begitu kompleks. Wuornos ditelantarkan oleh ibunya, dibesarkan oleh kakek-neneknya, dan kemudian menceritakan bahwa dia mengalami kekerasan fisik dan seksual selama masa kanak-kanaknya. Evaluasi psikiatri selanjutnya menyimpulkan bahwa dia mengalami psikopati, gangguan antisosial, dan gangguan kepribadian ambang.

Hal itu bukan berarti masa kanak-kanaknya menjelaskan atau membenarkan pembunuhan yang dilakukannya. Bahkan, para peneliti selama bertahun-tahun telah memperdebatkan sejauh mana trauma, gangguan psikologisnya, dan faktor-faktor lain memengaruhi kejahatannya.

Mungkin itulah sebabnya ungkapan tersebut begitu mengusik: apakah dia benar-benar menggambarkan apa yang dirasakannya, berusaha menyusun penjelasan atas tindakannya, atau keduanya pada saat yang sama?

Wuornos dieksekusi dengan suntikan mematikan pada 9 Oktober 2002, pada usia 46 tahun.

Puede interesarte