Sebuah tampon membuatnya kehilangan kedua kaki, koma, dan berada di ambang kematian; hari ini ia tampil di sampul Vogue dan di karpet merah Met Gala

Por Aracely Molina
15 June, 2026

Sebuah tampon. Hanya itu yang diperlukan untuk mengubah hidup Lauren Wasser selamanya. Pada Oktober 2012, di usia 24 tahun, model Amerika itu terkena sindrom syok toksik, mengalami serangan jantung hebat, dan mengalami gangren. Dokter mengamputasi kaki kanannya hampir seketika. Ia berhasil mempertahankan kaki kirinya selama enam tahun lagi, sampai kaki itu juga diamputasi pada 2018.



Yang terjadi setelah itu bukanlah pensiun atau bungkam. Wasser mengubah prostetik logamnya menjadi sebuah simbol: ia membuatnya berwarna emas, menampilkannya tanpa ragu, dan membangun identitas baru dari sana. Ia pernah tampil di sampul Vogue, Glamour, dan Harper’s Bazaar. Pada 2023, Glamour Germany menobatkannya sebagai Woman of the Year. Dan pada Mei 2026, di usia 38 tahun, ia melakukan debutnya di Met Gala di Metropolitan Museum of Art, New York, dengan setelan pendek lamé emas rancangan Prabal Gurung — kaki emasnya dipamerkan sepenuhnya.

Kini ia juga seorang aktivis untuk keamanan produk menstruasi dan pendukung Robin Danielson Act di Amerika Serikat, yang menyerukan penelitian tentang risiko kimia dalam barang-barang semacam itu. Benda yang nyaris membunuhnya itu kini justru menjadi pusat perjuangannya.

Puede interesarte