Ana Victoria Espino harus pindah universitas karena di universitas pertama ia didiskriminasi karena memiliki sindrom Down. Sebelumnya, ia sudah menyelesaikan sekolah menengah secara daring dengan alasan yang sama: sistem pendidikan tradisional belum siap untuk mengikutsertakannya.

Di Zacatecas, Meksiko, ia menemukan sebuah institusi yang menerimanya. Dengan dukungan terus-menerus dari keluarganya dan seorang guru pendamping yang menemaninya selama lima tahun, ia menyelesaikan seluruh program gelar. Kini, pada usia 25 tahun, Ana Victoria adalah orang pertama dengan sindrom Down di dunia yang meraih gelar hukum.

Selama belajar, ia berpartisipasi dalam forum legislatif untuk meningkatkan kesadaran tentang diskriminasi yang dialami penyandang disabilitas dalam sistem pendidikan. Kini yayasan-yayasan di Spanyol, Peru, dan Cile mencarinya untuk memberi nasihat mengenai kebijakan inklusi, dan ia sudah memikirkan langkah berikutnya: terjun ke politik agar tidak ada lagi yang harus pindah sekolah demi belajar.

