Seekor angsa biseksual menghabiskan 18 tahun tanpa sadar berada dalam cinta segitiga, dan ketika mengetahuinya, ia tetap tinggal untuk membesarkan 68 anak angkatnya

Por Javiera Müller
3 September, 2026
WBRT

Thomas tidak memilih kepada siapa ia jatuh cinta; ia hanya mencintai. 🦢

Selama 18 tahun di sebuah laguna di Selandia Baru, angsa ini hidup bersama Henrietta, seekor angsa hitam yang dirawatnya dengan penuh kasih sayang. Mereka tak pernah terpisahkan. Sampai suatu hari Henrietta bertelur, dan Thomas mengetahui bahwa teman hidupnya selama ini ternyata jantan, lalu mereka menamainya Henry. Pukulan itu awalnya terasa berat, tetapi cinta di antara mereka tidak retak: cinta itu berubah.

Ketika telur-telur Henry dengan pasangan lain mulai menetas, Thomas menjadi paman paling penyayang yang bisa dibayangkan. Ia membantu membesarkan 68 anak angsa selama bertahun-tahun dan mengajari mereka, satu per satu, untuk terbang. Kemudian ia juga memiliki 10 anak kandung dengan burung lain, meskipun pada akhirnya anak-anak itu diasuh oleh angsa lain. Ia menghabiskan masa tuanya, yang saat itu hampir buta, di suaka rehabilitasi burung, dikelilingi kasih sayang yang telah ia berikan sendiri sepanjang hidupnya, dan meninggal pada usia 40 tahun. 🕊️

Puede interesarte