AC kantor mati, dan alih-alih menahan panas, satu kelompok langsung mengambil barang-barang mereka dan pergi ke kedai kopi. 😂
Cerita ini, diceritakan oleh seorang pengguna Twitter tentang sepupu Gen Z-nya, mengatakan bahwa kelompok itu — yang hanya terdiri dari rekan kerja dari generasi tersebut — meninggalkan pesan yang sangat jelas untuk Human Resources: “Kami akan kembali saat AC-nya sudah diperbaiki”. Tidak ada berkeringat dalam diam atau berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Menurut cerita itu, kelompok yang sama ini punya aturan emas: mereka semua pulang bersama tepat waktu, tidak ada yang menjawab panggilan kerja di akhir pekan, dan jika seorang atasan melewati batas, mereka langsung pergi ke HR. Saat dia ditanya apakah ada milenial di kelompok itu, jawabannya blak-blakan: “Tidak, mereka sudah terbiasa menoleransi semuanya”. Aduh. 🥲

Gen Z mungkin benar-benar generasi yang mengubah budaya kerja yang toksik.
Sepupu Gen Z saya memberi tahu saya bahwa di tempat kerjanya mereka punya kelompok yang terdiri secara eksklusif dari karyawan generasi itu.
Mereka semua meninggalkan kantor bersama dan tepat waktu. Tidak ada yang lembur hanya untuk mengesankan bos. Tidak ada yang menjawab panggilan kerja selama akhir pekan.
Ketika seorang bos berperilaku buruk, mereka melaporkannya ke Human Resources. Dan Human Resources menegur bosnya, bukan mereka. 🤨
Suatu hari AC kantor berhenti berfungsi. Seluruh kelompok pergi ke kedai kopi terdekat dan memberi tahu Human Resources:
“Kami akan kembali saat AC-nya sudah diperbaiki”. 😂
Saya bertanya kepadanya:
“Apakah semua orang di kelompok itu Gen Z?”
Dia menjawab:
“Ya. Milenial tidak punya keberanian untuk melakukan ini. Mereka sudah terbiasa diam dan menoleransi semuanya”.
Kerusakan emosional. 😭
