Vozinha, penjaga gawang tim nasional Tanjung Verde, mengetahui tragedi tersebut saat bersiap bermain untuk tim barunya.

Bus sekolah yang membawa 32 orang terjun ke jurang sedalam 30 meter di pulau Fogo saat mereka pulang dari wisata dekat gunung berapi Pico de Fogo.

Jumlah korban tewas meningkat menjadi 25 orang, sebagian besar di antaranya anak-anak dan remaja. Pengemudinya, yang setiap tahun mengatur kegiatan tersebut, juga meninggal dunia.
Saat seluruh negeri berduka, Vozinha menulis di Instagram: “Semoga Tuhan menghibur hati”. Beberapa jam kemudian, ia turun ke lapangan dan bermain sepanjang pertandingan, dalam diam membawa duka rakyatnya.
