Samyra memiliki 2.3 juta pengikut di TikTok dan satu misi: mengungkap apa yang ia sebut sebagai pemasaran yang fobia terhadap orang gemuk.
Pada Rabu, 29 Juli, ia mengunggah video tentang produk Skinnygirl yang menarik perhatiannya di supermarket. Lalu ia melangkah lebih jauh: ia menyasar menu ‘Skinnylicious’ milik Cheesecake Factory, dengan menampilkan tangkapan layar dari akun jaringan tersebut di X, termasuk unggahan tahun 2012 tentang resolusi Tahun Baru dan unggahan lain tentang pemenang pakaian renang ‘untuk saat dia siap ke pantai’.


Responsnya tidak seperti yang ia harapkan. Ribuan pengguna membela merek-merek tersebut dan menuduhnya menyalahgunakan istilah fobia terhadap orang gemuk. Ia tidak mundur: ia membandingkan diskriminasi ini dengan apa yang dialami orang karena rambut mereka, yang terkait dengan rasisme. Ini bukan pertama kalinya Samyra menjadi pusat kontroversi seperti ini — sebelumnya ia telah mengecam Target karena hal yang sama dan menerima lebih dari 25,000 komentar yang menentangnya.
