Sebuah kasus yang terjadi di Amerika Serikat memicu perdebatan sengit setelah seorang ayah menggunakan akun TikTok putrinya yang berusia 11 tahun untuk mengatur pertemuan dengan pria yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tersebut dan, begitu ia tiba di lokasi, menembaknya.

Menurut penyelidikan, Malik Chandler, 31, diduga mengakses pesan-pesan gadis itu setelah menemukan percakapan antara putrinya dan Diego Montoya González, 20. Alih-alih memberi tahu tersangka bahwa ia mengetahui apa yang telah terjadi, ia memutuskan untuk melanjutkan percakapan sambil menyamar sebagai putrinya dan meyakinkannya untuk datang ke rumah.
Ketika pria itu tiba di kediaman tersebut, ia disambut oleh sang ayah, yang menembaknya. Tersangka selamat dari serangan itu dan kemudian ditahan oleh pihak berwenang, menghadapi dakwaan terkait dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur tersebut.

Sang ayah juga ditangkap dan kini menghadapi dakwaan atas penembakan tersebut. Pihak berwenang mengingatkan publik bahwa, meskipun penyelidikan atas dugaan pelecehan itu terus berlanjut, tidak seorang pun boleh main hakim sendiri.
Kasus tersebut memicu ribuan reaksi di media sosial. Sementara beberapa pengguna mengatakan mereka memahami keputusasaan seorang ayah saat mengetahui insiden yang begitu serius, yang lain berpendapat bahwa merespons dengan kekerasan hanya memperumit proses peradilan dan dapat membahayakan vonis terhadap pihak yang benar-benar bertanggung jawab.
