Fernando Montero berusia 40 tahun, tinggal di Montevideo, dan tidak pernah melupakan awal tahun sembilan puluhan, ketika seorang teman sekolah menjadikannya sasaran ejekan karena tik sindrom Tourette-nya.

Kini ia adalah dokter akupunktur, spesialis kedokteran olahraga, dan bahkan seorang pembalap Drift. Suatu malam, seorang pasien yang sakit kritis tiba di klinik tempat ia bekerja dan perlu segera diintubasi agar selamat. Ketika Montero mengamatinya dengan saksama, ia mengenali anak laki-laki yang bertahun-tahun sebelumnya telah menghancurkan masa kecilnya.

Meski begitu, ia tetap menyelamatkannya. Kemudian, ia mengetahui bahwa orang ini pernah mengalami tunawisma dan masalah keluarga yang serius, serta bahwa hidup telah menimpanya dengan cara-cara yang tidak pernah dibayangkan Montero. Mantan teman sekelas itu meneleponnya beberapa minggu kemudian untuk berterima kasih dan meminta maaf. Montero menceritakan seluruh kisahnya dalam sebuah video yang menjadi viral dan yang, menurutnya, mengubah cara ia memahami perundungan selamanya.

