Argentina kini menempati peringkat kesepuluh dalam pemahaman membaca di Amerika Latin 📉 — kemunduran telak bagi sebuah negara yang pada era 90-an merupakan tolok ukur pendidikan di benua itu. Sementara perdebatan tentang cara mengajarkan membaca masih belum terselesaikan, seorang guru memutuskan untuk tidak menunggu: ia mengambil lirik Bad Bunny dan mengubahnya menjadi bahan sintaksis.
Logika di balik metode ini lebih kuat daripada yang terlihat 🎵 Lagu-lagu artis Puerto Rico itu memiliki struktur kalimat yang repetitif, konjungsi, klausa subordinatif, dan bahkan majas yang akan membuat buku tata bahasa mana pun iri. Jika murid sudah hafal liriknya di luar kepala, setengah pekerjaan sudah selesai — yang tersisa hanyalah menunjukkan kepada mereka bahwa sintaksis hidup di sana.
Ini bukan kasus pertama: pada 2022, seorang guru di Spanyol menjadi viral karena menggunakan lagu-lagu Bad Bunny dan Rosalía untuk kelas sastra, dengan hasil yang memecah pendapat tetapi membuat kelas penuh perhatian 🤔 Pertanyaan yang ditinggalkan kisah ini sederhana: apakah jalannya penting jika para siswa pada akhirnya membaca?
Tonton salah satu videonya:
