Claire Scott mengalahkan kanker payudara, yang memaksanya membuat keputusan yang sangat sulit. Pada usia 31, ia menerima diagnosis yang kompleks, dengan 3 tumor dan keterlibatan kelenjar getah bening. Kemoterapi mengurangi penyakit tersebut, dan kemudian ia memperjuangkan mastektomi ganda yang menyelamatkan nyawanya.

Bertahun-tahun kemudian, kesempatan menjadi ibu datang lagi. Setelah 4 putaran fertilisasi in vitro, ia hamil dengan embrio terakhirnya. Kebahagiaannya disertai kesedihan yang tak terduga, karena operasi yang memungkinkannya tetap hidup juga berarti ia tidak akan bisa menyusui bayinya.

Ketika ia membagikan situasinya di Facebook, sekitar 20 perempuan menawarkan untuk menyumbangkan ASI secara gratis. Claire sudah mulai mengumpulkan kolostrum dan menyediakan ruang di freezer-nya. Setelah begitu banyak perawatan, bantuan itu datang seperti jaringan pelukan sebelum kelahiran 💛

