Itu hanyalah kelas biasa lainnya di Fakultas Kedokteran Udelar di Montevideo. 🩺
Federico Lamaita, 19, meminta berbicara dengan teman sekelasnya, yang juga berusia 19 tahun. Ia mengenakan sarung tangan lateks hitam dan menyembunyikan pisau dapur di balik mantelnya.

Ia menyerangnya di depan semua orang: luka sayatan dalam di tulang pipinya, luka-luka di lehernya, dan cedera di lengannya yang mencapai tendon dan tulang.
Apa yang terjadi selanjutnya membuat para saksi bergidik: ia mengisap darah dari luka-luka korban dan, setelah diborgol, terus meminum darah yang tersisa di lantai.

Teman-teman sekelasnya sendiri menahannya sampai polisi tiba. Ia berada di luar bahaya, meskipun mengalami cedera yang memengaruhi salah satu matanya dan kemungkinan patah tulang di lengannya.
Fakultas menangguhkan kegiatan perkuliahan, dan ia ditahan untuk diselidiki atas kekerasan berbasis gender. 😨
