Sebuah ritual spiritual yang diduga berakhir menjadi kasus yang memicu kemarahan di Sincelejo, Kolombia. Pada 17 Mei 2026, pihak berwenang menangkap seorang pastor bernama Deivis Sierra Méndez, yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan sambil mengklaim bahwa ia harus “mengeluarkan roh dari tubuhnya”.

Menurut Kantor Kejaksaan, pria itu diduga memanipulasi korban secara psikologis untuk membawanya ke sebuah kamar dan melakukan pelecehan tersebut, dengan memanfaatkan kepercayaan yang dimilikinya sebagai pemimpin agama.

Setelah itu, ia bahkan diduga memintanya untuk tutup mulut. Menyusul laporan tersebut, seorang hakim memerintahkan agar ia dipenjara sementara proses hukum atas akses karnal dengan kekerasan terus berjalan.

