

Pipi Luanna dipenuhi bekas jerawat selama bertahun-tahun dan ia punya impian yang tak kunjung hilang: menjalani peeling fenol.
Ia tidak langsung melakukannya begitu saja. Selama lebih dari setahun, ia berbicara dengan pihak klinik dan orang-orang yang sudah menjalani prosedur tersebut, sambil mencari jawaban atas pertanyaannya satu per satu. Sebab, fenol bukan sembarang asam: bahan ini tidak tersedia di apotek tanpa resep dan hanya boleh digunakan oleh tenaga profesional. Ia sendiri berulang kali menyampaikan hal ini kepada para pengikutnya dan mendokumentasikan setiap tahap, termasuk saat ia mengetahui bahwa fenol telah dilarang (padahal ia sudah menggunakannya).
Foto-foto prosesnya sungguh mencolok: kulitnya yang dipenuhi bekas luka yang terlihat berubah menjadi wajah merah, berkilau, dan bengkak, dengan mata yang hampir tertutup. Perawatan yang menyakitkan dan tidak terlalu estetis, tetapi menurutnya, semua itu sepadan.
Namun, tidak semua orang berpandangan sama. Ada yang menuduhnya menyembunyikan hasil sebenarnya dengan riasan; ada pula yang menuduhnya mempromosikan sesuatu yang sangat berbahaya, karena prosedur ini telah memakan korban di seluruh dunia… Kalau kamu, seberapa jauh kamu akan melangkah untuk menghapus bekas di kulit?


