Seorang pengantin mengulang pernikahannya dua hari kemudian di panti jompo karena kakeknya yang menderita demensia tidak dapat menghadiri yang pertama

Por Carlos Valencia
7 August, 2026

Kakek sang pengantin tidak sempat tiba di pernikahan tepat waktu.

Jam Press/Richard Swingler

Demensia membuat hari itu sulit baginya dan, ketika ia akhirnya bisa tiba, upacara sudah berakhir. Bagi keluarga lain, itu mungkin hanya akan menjadi anekdot sedih dari hari besar tersebut. Bagi pengantin ini, itu menjadi alasan untuk mengatur semuanya kembali, hanya 48 jam kemudian, dengan satu tujuan: agar ia bisa melihatnya berjalan menuju altar.

Jam Press/Richard Swingler

Kasus seperti ini telah berulang di berbagai belahan dunia. Pada 2023, sepasang pengantin mengadakan kembali pernikahan mereka beberapa minggu setelah acara asli agar nenek mempelai wanita yang berusia 91 tahun, yang menderita Alzheimer, dapat hadir di panti jompo. Polanya berulang karena rasa sakitnya juga sama: demensia tidak menunggu tanggal atau prosedur, dan beberapa keluarga telah memutuskan bahwa ingatan seorang kakek atau nenek lebih berharga daripada logistik sebuah acara yang sudah berakhir.

Jam Press/Richard Swingler

Mungkin ia tidak akan mengingat gaun, musik, atau pidato-pidatonya. Namun sesaat, ia melihat cucu perempuannya kembali mengenakan pakaian pengantin — dan itu, baginya, sudah cukup untuk melakukan semuanya lagi.

Puede interesarte