Ia menahan rasa sakit selama sehari penuh sebelum memutuskan pergi ke rumah sakit.
Pada 20 Juli 2021, seorang pria di Xinghua, Provinsi Jiangsu, Tiongkok, memasukkan belut hidup sepanjang 20 sentimeter ke dalam anusnya. Ia ingin mengatasi sembelit dan mengikuti pengobatan tradisional yang konon menyatakan bahwa hewan tersebut dapat membantu melancarkan pergerakan usus.


Belut itu tidak berhenti di tempat yang ia perkirakan. Belut tersebut bergerak melewati rektum, mencapai usus besar, menggigitnya, melubanginya, lalu berakhir di rongga perut. Meski begitu, pria itu tidak segera mencari pertolongan: ia begitu malu untuk memberi tahu siapa pun tentang apa yang telah dilakukannya sehingga ia menahan rasa tidak nyaman selama sehari penuh.

Ketika akhirnya tiba di rumah sakit, ia menjalani operasi. Dokter kemudian menjelaskan bahwa pasien itu bisa saja meninggal: bakteri dari usus besar, saat mencapai rongga perut, dapat menyebabkan hemolisis. Detail yang paling meresahkan terungkap di ruang operasi, karena belut itu masih hidup saat dikeluarkan.

Pria itu selamat dan, menurut laporan, pulih tanpa komplikasi. Ini bukan satu-satunya kasus: pada 2020, pria lain di Guangdong melakukan hal yang sama dengan belut sepanjang sekitar 40 cm dan mengalami infeksi serius.
Tidak ada bukti medis yang mendukung praktik semacam ini, dan rasa malu tidak boleh membuat seseorang menunda kunjungan ke dokter.
