Ia tidak meminta uang receh. Ia tidak mengulurkan tangannya.
Di sebuah jalan raya yang bising di London, seorang pria tunawisma setiap malam memeluk satu-satunya hal yang tersisa baginya: anjingnya. Ia membungkusnya dengan selimut, mengayun-ayunkannya seperti bayi yang baru lahir, dan menunggu hingga anjing itu tertidur sebelum membiarkan dirinya memejamkan mata. Seorang saksi anonim merekam kejadian itu, dan videonya menyebar di TikTok dan Instagram hingga mencapai ribuan layar.
“Saat pertama kali mendapatkannya, kami punya apartemen”, katanya sendiri. Klakson, sirene, serta orang-orang yang datang dan pergi membuat anjingnya tetap terjaga dan ketakutan, jadi setiap malam ia mengulangi ritual yang sama untuk mengembalikan sedikit kedamaian yang mereka hilangkan bersama.
Akun Inggris The Archbishop of Banterbury membagikan gambar-gambar tersebut dan memicu gerakan pengguna yang menyerukan penggalangan dana untuk memberi mereka tempat berteduh. Masalahnya, tidak ada yang tahu di mana menemukannya: ia terus berpindah-pindah, seperti begitu banyak orang tunawisma. Sementara itu, setiap malam ia terus memeluk bukti bahwa rumah tidak bergantung pada dinding, melainkan pada siapa yang Anda pilih untuk dirawat terlebih dahulu.
