Seorang perempuan bertanya kepada pacarnya apakah ia pernah berpikir untuk menjadi seorang imam; tak lama kemudian ia meninggal, dan pertanyaan itu membawanya ke seminari

Por Josefina Reyes
9 September, 2026

Jimena hanya mengajukan satu pertanyaan.

“Pernahkah kamu berpikir untuk menjadi seorang imam?”, katanya suatu hari kepada pacarnya, Juan Andrés Verde, tanpa pernah membayangkan bahwa kata-kata itu akan selamanya menggantung. Tak lama kemudian, ia meninggal dalam sebuah kecelakaan, dan pertanyaan itu tetap di sana, mengambang, tanpa seorang pun untuk menjawabnya.

Juan Andrés tidak mampu merelakannya. Ia mengatakan bahwa dirinya masuk seminari untuk menjawab keraguan itu, seolah-olah ia perlu membuktikan sesuatu kepada seseorang yang sudah tidak ada untuk mendengarnya. Apa yang bermula sebagai cara untuk mengatasi dukanya perlahan-lahan menjadi suatu bentuk kepastian yang berbeda: kini ia adalah seorang imam, dan ia berbicara tentang Jimena bukan dengan kepahitan, melainkan dengan rasa syukur, seperti seseorang yang berterima kasih kepada orang yang telah menunjukkan jalan kepadanya tanpa mengetahui bahwa itulah hadiah terakhir yang diberikannya.

Ada pertanyaan yang diajukan dengan ringan, hampir sambil lalu, tetapi akhirnya membebani seluruh hidup seseorang.

Puede interesarte