Seorang wanita berusia 19 tahun melahirkan bayi kembar, dan tes DNA mengungkapkan bahwa mereka memiliki ayah yang berbeda: “Aku tidak tahu ini bisa terjadi”

Por Pablo Román
19 August, 2026

Seorang perempuan berusia 19 tahun dari Mineiros, di negara bagian Goiás, Brasil, dikejutkan oleh sesuatu yang bahkan tak pernah ia bayangkan mungkin terjadi ketika ia memutuskan untuk melakukan tes paternitas terhadap bayi kembarnya.

Hasilnya mengungkapkan bahwa masing-masing bayi memiliki ayah biologis yang berbeda.

Ini adalah foto referensi dari kasus serupa; wanita tersebut adalah Chantelle Broughton.

Keraguan itu muncul beberapa bulan setelah kelahiran, ketika anak-anak tersebut berusia sekitar delapan bulan. Sang ibu memutuskan untuk melakukan tes dengan pria yang diyakininya sebagai ayah mereka.

Hasilnya membingungkan: pria itu memang ayah dari salah satu bayi, tetapi tidak memiliki hubungan biologis dengan bayi yang lain.

Perempuan muda itu kemudian teringat bahwa ia pernah berhubungan seksual dengan pria lain pada periode yang sama dan memutuskan untuk mencarinya guna melakukan tes kedua.

DNA mengonfirmasi situasi tersebut: dialah ayah biologis bayi yang kedua.

Sang ibu sendiri mengakui bahwa ia benar-benar terkejut saat mengetahuinya: “Aku tidak tahu ini bisa terjadi. Mereka sangat mirip”.

Meskipun tampak mustahil, ada penjelasan ilmiahnya. Fenomena ini dikenal sebagai superfekundasi heteropaternal dan dapat terjadi ketika seorang wanita melepaskan dua sel telur selama siklus yang sama dan keduanya dibuahi oleh sperma dari pria yang berbeda setelah ia berhubungan seksual dalam rentang waktu yang berdekatan.

Dalam kasus ini, bayi-bayi tersebut adalah kembar tidak identik dan memiliki ibu yang sama, tetapi memiliki ayah biologis yang berbeda.

Ini adalah fenomena yang sangat langka pada manusia dan biasanya hanya dapat diketahui melalui tes genetik.

Satu kehamilan, dua bayi, dan hasil DNA yang sepenuhnya mengubah kisah keluarga itu: masing-masing memiliki ayah yang berbeda.

Puede interesarte