Ramón Díaz kembali menjadi sorotan semua orang, tetapi bukan karena kemenangan.

Pelatih Argentina itu, yang pernah menangani River Plate dan América, sedang melatih Inter de Porto Alegre di Brasil ketika ia melontarkan kalimat yang membuat media sosial gempar: “Sepak bola untuk laki-laki, bukan untuk perempuan”. Konferensi pers itu menjadi pusat kontroversi, dan kritik segera berdatangan dari setiap penjuru benua.

Yang mencolok, itu bukanlah kekeliruan yang terjadi sekali. Pada 2024, saat menangani Vasco da Gama, ia mengatakan bahwa VAR seharusnya tidak dipimpin oleh seorang perempuan karena “sepak bola sangat dinamis”. Dua ungkapan, pola yang sama, dan sebuah pertanyaan yang kini beredar di kalangan penggemar dan jurnalis.
