“Sama seperti kita”: Simpanse berusaha untuk tidak mencuri makanan dari teman-temannya dan berharap mereka melakukan hal yang sama

Por Krishna Medina
5 October, 2026

Di Suaka Simpanse Pulau Ngamba di Uganda, para peneliti dari University of California, Berkeley, menguji sesuatu yang sangat kita kenal di antara manusia: sejauh mana persahabatan bertahan ketika sesuatu yang kita inginkan untuk diri sendiri dipertaruhkan.

Eksperimen ini melibatkan 26 simpanse berusia antara 16 dan 39 tahun. Namun sebelum menyajikan makanan kepada mereka, para ilmuwan perlu mengetahui siapa yang benar-benar berteman dengan siapa.
Untuk mengetahuinya, seorang peneliti menghabiskan lebih dari 800 jam mengamati hubungan mereka: ia mencatat simpanse mana yang saling merawat, mana yang cenderung duduk berdekatan, dan siapa yang menghabiskan waktu bersama saat makan. Dengan informasi itu, mereka dapat mengidentifikasi ikatan sosial terkuat.

Lalu datanglah godaan.

Dalam 138 percobaan, simpanse berkesempatan mengambil makanan yang berada dalam jangkauan simpanse lain. Ketika simpanse lain itu bukan temannya, mereka melakukannya dalam 70 % kesempatan. Ketika simpanse itu adalah salah satu teman dekatnya, angkanya turun menjadi 61 %.

iStock

Ini bukan berarti persahabatan mengalahkan rasa lapar: mereka tetap mengambil makanan dari teman-teman mereka sebagian besar waktu. Namun, perbedaan kecil itu menarik perhatian para peneliti karena pola tersebut tetap terlihat bahkan setelah memperhitungkan faktor-faktor seperti peringkat sosial hewan-hewan itu.

Ada petunjuk lain juga. Ketika seekor simpanse mengambil makanan dari individu yang tidak memiliki ikatan dekat dengannya, ia cenderung menunjukkan lebih banyak ekspresi emosi negatif, terutama jeritan, daripada ketika korbannya adalah salah satu temannya.

Bagi para ilmuwan, ini bukan berarti simpanse memiliki kode moral tentang “pencurian” seperti kita. Hal yang menarik adalah sesuatu yang lain: mereka tampaknya berperilaku berbeda tergantung pada hubungan mereka dengan individu yang mereka rugikan.

“Kita berharap lebih dari teman-teman kita”, jelas Jan Engelmann, salah satu penulis penelitian tersebut.

Puede interesarte