Setelah menggunakan ibu pengganti, ibu berusia 54 tahun ini mengungkap perjuangannya melawan alkoholisme dan ketidakmampuan mencintai anaknya sendiri

Por Alexander López
21 May, 2026

 “Saya merasa seperti orang asing di rumah saya sendiri” Pada usia 54, Pam Andras mengira seorang bayi akan melengkapi hidupnya, tetapi kenyataannya adalah pukulan telak berupa alkoholisme dan kurangnya keterikatan. 😱💔

Masyarakat sering merayakan “kehamilan ajaib” atau menjadi ibu di usia yang lebih tua sebagai kemenangan sains dan tekad. Namun, Pam Andras, seorang perempuan yang memutuskan menjadi ibu pada usia 54 melalui ibu pengganti, menunjukkan ketidaksetujuannya berdasarkan pengalamannya sendiri. 

“Tidak ada yang berbicara terus terang tentang apa artinya menjadi ibu yang ‘lebih tua’”

Setelah proses yang panjang dan mahal, Pam menyambut bayinya. Namun, alih-alih kepuasan yang ia harapkan, ia justru mendapati dirinya menghadapi penghalang emosional yang tak teratasi. Karena tidak mengandung anak itu sendiri, Pam mengaku bahwa ia tidak mampu membentuk ikatan emosional dengannya. 🍼💔

Tekanan untuk menjadi “ibu yang sempurna” pada usia ketika teman-temannya sudah menjadi nenek, ditambah kelelahan fisik yang ekstrem karena merawat bayi yang baru lahir pada usia 54, membuat Pam mulai minum berlebihan. 

Kini, Pam sedang dalam pemulihan, berusaha membangun kembali hidupnya dan akhirnya belajar terhubung dengan putranya.

Kasus Pam Andras telah memicu badai di media sosial. Di satu sisi ada mereka yang berempati pada kejujurannya dan mengkritik tekanan sosial yang dibebankan pada perempuan. Di sisi lain, muncul kritik keras: Apakah etis membawa seorang anak ke dunia pada usia ketika energi fisik terbatas?

Puede interesarte