💙 “Setiap langkah maju yang diambil putraku memberiku lebih banyak kebahagiaan daripada gelar apa pun”

Por Juan Pablo González
15 July, 2026

Dunia mengenal Marc Cucurella karena rambut panjangnya dan perjuangannya di sisi lapangan. Hanya sedikit yang mengetahui perjuangan terpentingnya, yang ia jalani jauh dari kamera.

Ketika putranya Mateo baru berusia tiga belas bulan, Claudia, pasangannya, menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda. Ia tidak merespons namanya, ia tidak mencari kontak mata. Pada awalnya, para dokter tidak dapat mengatakan apa yang terjadi. Marc mengatakannya dengan sederhana: “Kami pulang ke rumah sambil menangis setiap hari.”

Lalu datanglah kata yang mengubah hidup mereka: autisme.

Pertandingan lain pun dimulai, tanpa wasit atau akhir: terapi, sekolah-sekolah yang tidak berhasil, seorang anak yang menjadi frustrasi dan menangis karena dunia tidak diciptakan untuk memahaminya. “Seorang anak autistik tidak memahami hal-hal seperti orang lain. Kamu harus belajar memahaminya”, kata sang ayah.

Dan mereka belajar. Mereka pindah ke negara lain demi mencari sekolah yang tepat, bergantian melewati malam-malam tanpa tidur, dan saling mendukung ketika rasa takut mencengkeram. “Ini bisa memisahkan kalian atau menyatukan kalian. Kami menjadi jauh lebih dekat”, kata Claudia.

Hari ini Cucurella bermain di Piala Dunia bersama Spanyol. Namun ia mengatakannya lebih baik daripada siapa pun: setiap langkah kecil maju yang dibuat Mateo memberinya kepuasan lebih besar daripada kemenangan apa pun.

Karena ada pria yang memenangkan pertandingan. Dan ada ayah yang memenangkan sesuatu yang jauh lebih besar: hati seorang anak, satu hari demi satu hari.

Terima kasih telah menunjukkannya, Marc. 💙

Puede interesarte