Sharon Stone mengingat momen tepat ketika ia tahu pernikahannya telah berakhir. Pada awal 2000-an, dokter mendeteksi beberapa tumor di payudaranya. Salah satunya begitu besar hingga melebihi ukuran seluruh payudara kirinya. Mengingat risikonya, mereka merekomendasikan mastektomi bilateral.

Ia mengatakan “ya” pada operasi itu. Tetapi reaksi suaminya, Phil Bronstein, membuatnya tercengang. Menurut sang aktris, ia menyebut operasi itu sesuatu yang “konyol” lalu keluar dari ruangan dengan marah. Ia tidak kesal tentang kemungkinan kanker, melainkan tentang gagasan payudaranya akan diangkat.

Tumor-tumor itu ternyata jinak, tetapi luka emosionalnya sudah telanjur ditimbulkan. Bagi Stone, momen itu menandai berakhirnya pernikahan mereka secara definitif.

