Travan dan Travis Jasper berusia 12 tahun saat mereka saling berjanji di lorong rumah sakit.

Paman mereka dirawat di rumah sakit karena gagal hati, dan mereka yang ketakutan mencari jawaban. Dokter yang merawatnya dengan dingin menolak memberi mereka jawaban: menurut si kembar, dokter itu berkata bahwa pria tersebut pantas mendapatkannya. Si kembar saling berpandangan dan memutuskan bahwa suatu hari mereka akan menjadi dokter yang dapat merawat pasien dan keluarga mereka dengan penuh kasih sayang.

Hidup mereka berat. Rumah mereka di Richmond, Virginia, tidak memiliki air mengalir, dan mereka harus mengambil air dari taman-taman di dekat rumah. Terkadang, makanan pun tidak cukup. Namun, mereka saling mendukung, lulus dengan nilai tertinggi di angkatan sekolah menengah atas mereka, lalu melanjutkan kuliah di Stanford. Kemudian, mereka belajar kedokteran di University of Chicago.

Pada April 2026, mereka kembali ke kampung halaman: kini mereka menjabat sebagai direktur bersama departemen gawat darurat di Chippenham Hospital, di kota yang sama tempat mereka pernah kelaparan. Karena mereka kembar identik, mereka mengenakan seragam dengan warna berbeda agar tidak ada yang tertukar: yang satu mengenakan warna hijau, yang lain ungu. 💚💜


