Wileidy Enid Feliciano-Rivera, siswi kelas tujuh dari Peñuelas, Puerto Rico, setiap hari melihat kulit pisang menumpuk di kafetaria sekolahnya.
Alih-alih menganggapnya sebagai sampah, ia memutuskan untuk mengolahnya menjadi EcoMusa, bahan bioplastik yang dirancang untuk digunakan sebagai mulsa pertanian. 🍌🌱

Selama empat minggu, ia menguji dua formulasi dan mengamati pengurangan gulma sebesar 47 % dan 53 %, serta retensi kelembapan yang lebih baik dan suhu tanah antara 1 dan 3 °C lebih rendah dibandingkan pada permukaan yang tidak tertutup. Penelitian di sekolahnya, yang kini memasuki fase kedua, terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis Thermo Fisher Scientific Junior Innovators Challenge 2026.
Meskipun belum menjadi solusi komersial, proyeknya menunjukkan bagaimana sampah kafetaria dapat diubah menjadi bahan yang berpotensi mengurangi penggunaan mulsa plastik dalam pertanian.
