“Tak seorang pun membicarakan apa yang dia rasakan”: Seorang ibu diadili karena membunuh 3 anaknya, dan kasusnya memicu kekhawatiran tentang seberapa parah depresi pascapersalinan dapat berkembang

Por Andrea Araya Moya
26 August, 2026

“Apa yang perlu terjadi sebelum kita mulai menganggap serius kesehatan mental seorang ibu setelah melahirkan?” Itu adalah salah satu pertanyaan yang kembali muncul seputar kasus Lindsay Clancy, seorang perempuan Massachusetts yang diadili atas kematian tiga anaknya yang masih kecil.

Clancy adalah seorang perawat dan, beberapa bulan setelah melahirkan anak ketiganya, mulai menerima perawatan untuk masalah kesehatan mental. Pembelaannya berargumen bahwa dia menderita depresi dan psikosis pascapersalinan yang parah, telah diresepkan berbagai obat, dan tidak sepenuhnya menyadari tindakannya ketika kematian tersebut terjadi. Sebaliknya, jaksa berargumen bahwa dia tahu apa yang dilakukannya dan bertindak dengan sengaja.

Kasus ini kembali mengarahkan perhatian banyak orang pada apa yang terjadi setelah memiliki bayi. Meskipun depresi pascapersalinan sering dibahas, ada kondisi yang lebih jarang dan jauh lebih serius, seperti psikosis pascapersalinan, yang dapat menyebabkan delusi, halusinasi, dan kehilangan kontak dengan kenyataan.

Tak satu pun dari semua itu mengurangi tragedi tiga anak yang kehilangan nyawa. Namun, persidangan ini juga menyisakan satu pertanyaan sulit yang mustahil diabaikan: apakah kita cukup memperhatikan ketika seorang ibu mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres setelah melahirkan?

Puede interesarte