Cape Verde merekrut Roberto Lopes melalui LinkedIn, dia mengira itu spam dan mengabaikannya, enam tahun kemudian dia bermain di Piala Dunia 2026

Por Jorge Pino
10 June, 2026

Suatu hari pada 2019, Roberto Lopes membuka LinkedIn untuk memeriksa tugas-tugas kuliahnya. Ada pesan aneh, dalam bahasa Portugis, dari seseorang yang mengaku mewakili tim nasional Afrika. Dia langsung membuangnya begitu saja. 🗑️

“Dia tidak berbicara bahasa Portugis dan hanya menggunakan LinkedIn untuk urusan universitas”, kata bek Irlandia itu kepada program Footballers Unfiltered. “Saat saya melihat pesan itu, saya pikir itu palsu, bahwa itu spam”.

Namun federasi Cape Verde tidak menyerah: mereka menulis kepadanya lagi, kali ini dalam bahasa Inggris. Lopes pun membalas. “Dari situlah semuanya bermula. Gila rasanya memikirkan itu sekarang”, akunya. Dia menggunakan penerjemah untuk berkomunikasi, menerima panggilan tim nasional, dan sisanya adalah sejarah. 🌍⚽

Dan kisah ini masuk akal: Cape Verde hanya memiliki 500.000 penduduk dan membangun skuad Piala Dunia tanpa satu pun pemain dari liga lokalnya, dengan melacak anak-anak dan cucu-cucu para emigran di seluruh Eropa. 

Pada 15 June, Roberto Lopes — orang yang nyaris menghapus pesan spam — menghadapi Spanyol dan Lamine Yamal di Atlanta. 🦈🔵

Puede interesarte