“Ombak memiliki ritme yang sama dengan kontraksi”: frasa yang menjelaskan mengapa ia memilih laut untuk melahirkan 🌊 Josy Peukert, 37, telah menghabiskan berminggu-minggu mengamati pasang surut di Pantai Majagual, di Nikaragua.

Ia mencari hari yang tepat, momen ketika Pasifik akan cukup tenang untuk menyambut putranya. Bersama pasangannya, Benni Cornelius, ia menyiapkan handuk, kain kasa, sebuah mangkuk, dan bahkan saringan untuk plasenta. Semuanya sudah siap, kecuali rasa takut.

Ketika kontraksi datang, laut memeluknya dengan cara yang tidak ia duga. “Ombak memiliki ritme yang sama dengan kontraksi, aliran lembut itu membuat saya merasa sangat nyaman”, katanya setelah itu. Di sana, tanpa rumah sakit atau anestesi, Bodhi Amor Ocean Cornelius lahir, pada 27 Februari 2022.

Mereka membungkusnya dengan handuk hangat dan ia kembali ke air untuk menyejukkan diri, seolah-olah lautan juga bagian dari keluarga. Di rumah, tanpa timbangan medis, mereka menimbangnya dengan timbangan koper: 7 pounds and 6 ounces. Dunia terbelah antara kekaguman dan keraguan, tetapi Josy tidak pernah meragukan keputusannya. 🌊🤍

