
Salah satu teman Justin tidak bisa memakai kostum Halloween karena alasan agama. Namun, kelompok itu tidak ingin dia sampai melewatkan perayaan tersebut.
Anak-anak itu mulai memikirkan ide yang memungkinkan mereka semua ikut serta tanpa mengharuskan teman mereka melanggar keyakinannya. Dan mereka pun menemukan caranya: mereka akan menjadi Presiden Amerika Serikat dan tim Secret Service-nya.
Para agen bisa mengenakan setelan gelap, dasi, kacamata hitam, dan alat komunikasi di telinga, sementara sang presiden bisa mengenakan pakaian sehari-harinya.
Dengan begitu, anak yang tidak bisa memakai kostum itu justru menjadi tokoh utama dalam kelompok tersebut, dikelilingi teman-temannya yang berpakaian seperti pengawal.

Ibu Justin, Suzanne Paragano Kane, membagikan kisah itu di Facebook bersama foto kelompok tersebut dan pesan singkat: “Aku sangat bangga kepada Justin”.
Anak-anak itu menemukan cara sendiri untuk menyertakan teman mereka tanpa memintanya mengesampingkan keyakinannya. Terkadang, menjaga teman berarti sekadar menemukan cara agar tak seorang pun merasa ditinggalkan.
